Rabu, 04 November 2009

JADIKAN MEMBACA SEBAGAI SUATU KEGEMARAN YG MENGASYIKKAN, BUKAN SUATU KETERPAKSAAN !!! (+ 4 TIPS)

Mungkin bagi sebagian orang atau bahkan kebanyakan orang, membaca itu adalah suatu pekerjaan yang sangat membosankan dan kurang menyenangkan.

Apalagi bagi sebagian / kebanyak orang di Indonesia khususnya. Karena kebiasaan membaca itu masih sulit kita jadikan suatu kebiasaan.

Hal ini dapat kita buktikan dengan melihat langsung pada kebanyakan keluarga di Indonesia, berapa banyak orangtua dan anak-anak mereka yang mempunyai kegemaran dan kebiasaan membaca.

Jawabnya pasti relative sedikit.

Hal ini mungkin disebabkan berbagai factor, al :

Masih tingginya / relative mahalnya biaya yang harus mereka rogoh dari kocek mereka bila mereka harus membelikan / membelanjakan uang mereka untuk membeli buku.

Tentu hal ini semestinya jangan dijadikan suatu kendala / keadaan yang rumit sehingga dijadikan alasan untuk enggan dan malas membaca.

Masih banyak cara lain untuk mengatasinya, misalnya saja dengan meminjam buku-buku bermutu di perpustakaan sekolah, di kantor, perpustakaan keliling, pinjam teman, dsb.

Sungguh ini suatu prestasi yang tidak dapat dibanggakan. Disaat pemerintah justru sedang menggalakkan program untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Suatu kenyataan yang sangat ironis, di mana banyak sekali buku-buku yang menawarkan nilai-nilai positif dalam berbagai aspek kehidupan. Akan tetapi pada kenyataanya yang laku dan laris manis dan dicari dipasaran justru adalah buku-buku bergambar (komik) dan majalah-majalah infotainment yang belum tentu memberikan nilai tambah bagi para pembacanya.

Memang tidak ada salahnya membaca buku seperti itu di waktu senggang, untuk keperluan refreshing, tetapi bila kita ingin benar-benar menambah wawasan kita tentang nilai-nilai kehidupan, alangkah baiknya jika kita mulai belajar membaca buku yang lebih “Berbobot” dan memberi nilai “Tambah” dari segala aspek tentunya.

Sebenarnya yang perlu ditingkatkan / ditanamkan untuk meningkatkan kapasitas kita adalah dengan mengembangkan “Wawasan” kita. Dan salah satu cara untuk menambah wawasan kita adalah dengan banyak Membaca”. Sebenarnya hampir semua orang mengerti akan pentingnya membaca, tetapi mereka tidak ingin menjadikan membaca sebagai salah satu kegemaran / hobi mereka dalam proses pengembangan dirinya.

Ada 4 tips yang dapat diambil untuk melatih diri kita dalam meningkatkan kegemaran kita untuk membaca:

Tips yang Pertama:

Mendisiplinkan diri, yaitu : Jadikan membaca sebagai sebuah kebiasaan. Sebagaimana halnya kebiasaan yang lain, membaca membutuhkan keadaan yang berlangsung secara rutin dan terus menerus. Kunci Utamanya adalah : mendisiplinkan diri kita untuk membaca.

Hal ini dapat kita mulai dengan membaca buku-buku Best-Seller.

Gunanya untuk menstimulasi minat baca kita. Karena buku-buku yang diakui sebagai best-seller biasanya membuktikan bahwa buku tersebut mudah masuk ke berbagai macam kalangan.

Bila minat baca kita sudah mulai terbangun dengan kuat, tingkatkan dengan membaca buku-buku yang sifatnya lebih spesifik, misalnya spesifik ke suatu aspek kehidupan kita, misalnya saja : aspek bisnis, aspek psikologi, aspek religius, dan berbagai aspek lainnya.

Tips yang Kedua:
Bawalah buku bersama kita saat pergi.

Karena, banyak diantara kita tidak suka membaca dengan alasan “tidak punya waktu luang” ???

Padahal jika kita jujur pada diri kita sendiri, sebenarnya waktu itu selalu bisa kita dapatkan.

Yang menjadi masalah sebenarnya adalah Bagaimana kita mengisi waktu luang tersebut.

Mungkin bagi orang-orang yang memiliki tingkat aktivitas yang tinggi, saran yang baik adalah dengan membawa buku bersama dengan kita pada saat kita bepergian.

Karena demikian, pada waktu kita senggang (misalnya saja pada saat kita duduk menunggu seseorang) kita dapat mengisinya dengan membaca buku yang kita bawa.

Tips yang Ketiga:
Membiasakan diri untuk menetapkan target membaca.
Seorang pakar, bernama : John C. Maxwell pernah menyarankan untuk menetapkan sebuah target dalam hal berapa banyak buku yang akan kita baca dalam suatu periode waktu tertentu. Karena dengan demikian, kita bisa melatih diri kita untuk time management yang baik.

Misalnya, bila kita bisa menetapkan target minimal 12 buku dalam setahun, maka kita bisa memprediksi bahwa kita akan menyelesaikan setidaknya 1 buku dalam sebulan.

Bila kita mau jujur, waktu sebulan adalah relatif panjang untuk menyelesaikan sebuah buku, apalagi bila diiringi dengan kebiasaan membawa buku seperti tips nomor dua tadi !!!

Tips yang Keempat:
Jangan membaca hanya semata-mata karena kewajiban & suatu keterpaksaan.
Kebanyakan orang, terutama di Indonesia membaca hanya semata-mata karena kewajiban & suatu keterpaksaan untuk mengerjakan tugas atau mempersiapkan suatu ujian. Sewaktu kita masih duduk dibangku sekolah (di kalangan pelajar) di Indonesia, istilah SKS yang berarti “Sistim Kebut Semalam” suatu yang tidak asing yang kerap kita dengar.

Mungkin kita akan tertawa bila kita ingat / saat kita mendengar istilah tersebut.

Tetapi sebenarnya banyak yang tidak peduli pada kenyataan bahwa: Cara Belajar seperti itu Bukanlah Cara Belajar yang Baik.

Sebagai dampak dari membaca yang dilakukan hanya semata-mata karena kewajiban dan cenderung merasa suatu keterpaksaan.

Sungguh suatu pekerjaan yang tidak menyenangkan bukan ???

Kebanyakan dari kita, hanya yang memiliki pemikiran yang sifatnya text-book thinking, atau hanya terpaku pada apa yang dituliskan di buku, dan lemah dalam mengimplementasikan maupun mengembangkan teori yang sudah dipelajarinya dalam kehidupan nyata.

Padahal tidak dapat kita pungkiri bahwa “Membaca” adalah suatu hal yang Sangat Baik, terutama bila berkaitan dengan menambah “Wawasan & Pengetahuan” dalam hidup kita. Penting untuk di-Ingat : Dengan meningkatkan intensitas kita dalam membaca, maka dengan sendirinya kita sedang berinvestasi untuk diri kita sendiri bagi masa depan kita.

Semakin banyaknya pengetahuan yang kita miliki, semakin besar jugalah kesempatan untuk kita menjadi orang yang lebih bijaksana dalam bertutur kata dan bertindak tentunya.